Berikan Bantuan Masker, Gubernur Minta Mahasiswa KKN Unisma Lakukan Edukasi Covid-19

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama rektor Unisma, Prof H. Maskuri saat menyaksikan pemberangkatan mahasiswa KKN Unisma ditengah pandemi covid 19 secara daring.(pca)

Jatim Newsroom – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa resmi memberangkatkan dan melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Malang (Unisma) edisi Covid 19 secara daring atau aplikasi zoom langsung dari gedung negara Grahadi, Senin (8/3).

Dalam acara pemberangkatan mahasiswa KKN Unisma secara daring ini langsung ini juga diikuti oleh rektor Unisma, Prof H. Maskuri, M.Si serta jajaran dosen, serta ketua LPPM, serta Mahasiswa KKN.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya pemberangkatan KKN Tematik mengatakan saat ini kondisi kesembuhan pasien covid 19 di Jatim telah melampui nasional yaitu 66,79 % per 2 agustus 2020 artinya tingkat kesembuhan perhari di Jatim meningkat. “Ini merupakan kerja keras dan ikhtiar kita semua, saya ucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan, dan relawan yang telah membantu proses kesembuhan pasien covid 19,” ujar Gubernur Jatim Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan, kepada mahasiswa unisma yang akan melakukan KKN atau turun ke masyarakat untuk tetap untuk lebih berhati – hati dengan memperhatikan daerah zonasi Merah, Orange, dan Kuning. “Dimasa Pandemi Covid 19 ini kami minta Mahasiswa untuk tetap hati – hati dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. mengingat saat ini obat covid 19 belum ditemukan,” pintanya.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap memberikan suport 25 ribu masker kepada Mahasiswa Unisma yang akan melakukan KKN. Dimana masker tersebut bisa dibagikan kepada masyarakat. “Kepada pak rektor Unisma, Prof H. Maskuri silahkan mengirimkan utusannya untuk mengambil masker di posko covid 19, dan apabila selama KKN berlangsung apabila mahasiswa butuh masker lagi pihak pemprov siap membantu lagi, mengingat dengan menggunakan masker ini bisa mengurangi proses penularan covid 19,”ucapnya Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Maka itu, pihaknya berharap kepada Mahasiswa KKN Unisma dapat memberikan edukasi atau sosialisasi kepada masyarakat dengan mengajak bagaimana membangun pola hidup sehat, bersih, dan jaga disiplin kesehatan ditengah pandemi covid 19 ini. Serta diintegritaskan dengan keilmuan mahasiswa yang melakukan KKN ke Masyarakat.

Ia menambahkan, kepada pihak Kampus Unisma apabila memiliki program seperti petik olah kemas atau program peningkatkan desa wisata untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Pihak pemerintah siap memberikan bantuan kepada kampus unisma. Mengingat saat ini pemerintah provinsi Jatim juga telah menyiapkan program pemulihan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu Rektor Unisma, Prof. H, Maskuri mengatakan untuk kegiatan KKN mahasiswa Unisma 2020 kali ini berbeda dengan KKN sebelumnya yang selalu ditata rapi oleh pihak kampus. Tapi untuk KKN tahun ini dilakukan oleh Mahasiswa ditempat asalnya masing – masing atau desanya, dan mereka akan menyatu dengan tim satgas covid di desa tersebut dengan memberikan edukasi atau sosialisasi covid 19 ke masyarakat desa, agar bisa hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

“Total yang ikut kegiatan KKN tematik ditengah covid 19 ini ada 1.175 Mahasiswa. Dimana mahasiswanya tersebar sekitar 80 % berasal dari Jatim, serta sisanya berada di luar Jatim seperti Jayapura, dan KKN tematik Unisma ini tetap memberlakukan protocol kesehatan, seperti jaga jarak, pyhscal distancing, dan jaga jarak,”tegasnya.

Ia juga menambahkan, seperti program KKN yang pernah dilakukan mahasiswa Unisma di Malang Selatan. Dimana daerah tersebut memproduksi buah salak yang belum disentuh oleh para pelaku usaha. Namun setelah adanya mahasiswa KKN unisma ke daerah tersebut Alhamdulillah memberikan keterampilan bagaimana mengelolah buah tersebut, kemudian memberikan strategi pemasaran dan saat ini buah salak tersebut bisa berkembang pesat serta maju bagi usaha masyarakat disana. “Apabila produksi salak ini bisa menjadi perhatian dan ditindaklanjuti pemerintah desa, kabupaten, serta pemprov maka bisa menjadi perkembangan ekonomi kerakyatan yang luar biasa ditengah covid 19,”pungkasnya.

kominfo.jatimprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *